Senin, 07 Januari 2013

Arti Psikologi


DEFINISI UMUM PSIKOLOGI :
PSYCHOLOGY...is the scientific study of behavior, both external observable action and internal thought.
Definisi di atas menggambarkan ruang lingkup psikologi.
1. Psychologi is a science.
    • It is defined not by what it is studied, but by how it is studied.
    • Ilmiah, terukur, objektif, dapat digeneralisasi.
    • Seringkali mengesankan bahwa studi psikologi harus bersifat kuantitatif.
2. Not all behavior is directly observable.
What kind of behavior ? ( berbagai ekspresi tingkah laku: verbal, grafis, motorik/kinestetik). · What level of consciousness?(conscious, subconsciousunconcious) · Whose behavior ?(anima vegetativa, anima sensitiva, anima intelektiva).
Selain menggambarkan ruang lingkup, definisi di atas juga menyinggung isu penting mengenai kedudukan psikologi dalam khasanah dunia ilmu: science vs humanities.
Psikologi is a science…..
Human beings are part of the natural world, maka studi perilaku manusia sedikit banyak merupakan pendekatan ilmu alam.Masalah kredibilitas sebagai sebuah ilmu pada konteks sosial dan intelektual abad 19.
Kontrol sosial karena memungkinkan reformasi secara sosial ataupun personal.
Namun demikian, ada beberapa tantangan bagi pandangan psikologi sebagai science:
  • The challenge of naturalism.
Seberapa mampu psikologi menjelaskan human mind and behavior secara logis dan empiris, semata-mata secara ilmu alam tanpa memperhitungkan variabel-variabel sosial.
  • The challenge of realism.
Beberapa aliran besar dalam psikologi menggunakan aspek-aspek mental implisit untuk menjelaskan perilaku, misalnya psikoanalisa, human information processing. Hal ini sulit untuk dibuktikan realitasnya.
  • The challenge of autonomy.
Ada kecenderungan untuk memandang bahwa seluruh perilaku manusia dapat dijelaskan melalui proses fisiologis dan neurologis. Dengan demikian, apakah psikologi dapat direduksi menjadi ilmu-ilmu tertentu saja?
  • The challenge of explanations.
Seberapa mampu psikologi menciptakan hukum-hukum universal yang selalu dapat dijadikan dasar umum untuk penjelasan perilaku?

Psychology berasal dari bahasa Latin yang terdiri dari dua kata yaitu:
· psyche = soul, mind (jiwa)
· logos = ilmu
Jadi, arti berdasarkan komponen katanya adalah: The study of soul / mind.
 
Dasarnya dari Filsafat, sebagaimana ilmu pengetahuan lainnya.
 

PERTANYAAN PENTING:
Does the soul exist? What is its nature?
What are its functions?
How is it related to the body?
 
PSIKOLOGI harus dipahami sebagai usaha manusia untuk memahami MANUSIA itu sendiri.
1. Merupakan sebuah proses pendefinisian yang sinambung.
 
psyche & logos (Psikologi = ilmu jiwa)
· C.G. Jung : anemos, animus, anima, ruh, rih
· Kritik : terlalu abstrak, apakah jiwa itu?
 
Karakteriologi & tipologi
· Kritik : nyata tetapi oversimplified
Psikologi sebagai ilmu tentang ekspresi jiwa
· Kritik : nyata tetapi terlalu sempit, tidak mampu mencakup unobservable expressions.
Psikologi sebagai ilmu tentang tingkah laku.
 
  1. Menyebabkan psikologi selalu harus bersinggungan dengan disiplin ilmu lain. Psikologi tidak akan pernah mencapai tujuannya dengan berdiri sendiri, selalu harus terkait dengan ilmu lain.
Masa pra-ilmu mandiri : berakar pada Filsafat dan Biologi
Bagian dari Filsafat yang bersinggungan:
    • epistemology : how human beings know the world?
Terwujud dalam topik-topik sensasi, persepsi, memori, thinking: domain psikologi kognitif
    • ethics : conception of human nature : are people by nature goodWhat motives do people haveAre people social by nature?
Terwujud dalam studi-studi tentang motivasi, emosi, social behavior, beserta terapannya dalam konteks psikologi konseling, psikologi terapan, dan lain-lain.
Bagian dari Biologi : cabang ilmu evolusi / faal : why should we be conscious at all? Were animals conscious? Berkembang menjadi neuropsychology, faal.

Masa sebagai ilmu mandiri
: lintas disiplin dengan Sosiologi, Antropologi, Kedokteran/Psikiatri, dan lain-lain.
 
  1. Melahirkan berbagai school of thought atau ‘aliran’, mis: functionalisme, behaviorisme, psikoanalisa. Aliran-aliran ini menggambarkan perbedaan perspektif dalam memahami perilaku manusia, bukan ‘competing truth’.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar